Showing posts with label pesantren budaya. Show all posts
Showing posts with label pesantren budaya. Show all posts

Tuesday, June 30, 2015

Mengenal Taman Baca Lembah Manah Liputan Media Iki Lho Genuk

Unknown
Foto: Iki Lho Genuk - Rak Buku Taman Baca Lembah Manah
INFO DAPAT dibaca dilink berikut:


Sekilas Cuplikan:
Pesantren Budaya Lembah Manah terletak di Jl. KH Abdul Rasyid RT 02 RW 06 Kel. Banjardowo Kec. Genuk Semarang. Pesantren yang dulunya bernama Sciena Madani ini concern bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, memiliki 3 Program kerja yaitu  : Lesehan Budaya, Taman Baca dan SMS Al-Hikmah.
PB Lembah Manah ini didirikan untuk saling membantu dan menjadi pusat pendidikan tradisional yang menjaga nilai-nilai tradisi yang sering dilupakan akibat tergerus zaman. PB Lembah Manah juga bertujuan memajukan pendidikan berbasis kemasyarakatan, memberikan ruang berekspresi dan beraktifitas bagi pemuda-pemudi yang bingung akan  jadinya, juga berperan aktif dalam wilayah sosial kemasyarakat untuk saling berbagi dan berani berbagi.
Bagi yang berminat gabung dengan Pesantren Budaya Lembah Manah.
Sms Center : 082226788830 atau
Ikuti Lini Masa Pb Lembah Manah di :
FB                   : facebook.com/pblembahmanah
Twitter           : twitter.com/pblembahmanah
Web                : lembahmanah.com

Ramadhan Kegiatan Bedah Kumpulan Cerpen

Unknown
Foto Bareng Penulis Buku Cerpen Lukni Maulana
DEMAK – Setiap komunitas diharapkan mampu menghasilkan karya nyata sebagai pemberi solusi, di tengah arus modernisasi ini. Mereka dituntut untuk memiliki keunggulan sehingga mampu memberikan solusi atas dampak perilaku mayarakat yang menyimpang oleh sebab pengaruh zaman.

Hal itu disampaikan Ketua Komunitas BanyuManik Semarang, Lukman Wibowo, dalam Launching Kumpulan Cerpen Sang Morvious karya Lukni Maulana. Acara tersebut menghadirkan perwakilan berbagai komunitas dan lembaga. Seperti Khulalul Mubaraq dari Kemenang Demak, Moh Sri Handoko dari Pemprov Jawa Tengah, Agus Munif Ketua Yayasan Badan Wakaf Nusantara dan pengurus dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang serta Sapto Widodo dari Barisan Nusantara Jawa Tengah.

Menurut Lukman, sebenarnya cerpen Sang Morvious memiliki keunggulan. Khususnya dalam pembangunan sikap perlawanan dan karakter kebangsaan. “Tentu dengan pengalamannya penulis berusaha menyajikan suguhan realitas sosial yang dihadapi sekarang ini, kumpulan cerpen ini memiliki caranya sendiri untuk menemukan kediriannya.”

Agus Munif mengatakan, buku tersebut bisa menjadi suatu terobosan untuk tetap konsisten dalam berkarya. “Dunia kepenulisan harus dibiasakan oleh setiap komunitas, karya tulis memiliki cara pandang yang mampu mengubah cara berfikir seseorang,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku di Pesantren Bismillah Sayung Demak, Sabtu (27/6) malam.

Ramadhan Karya
Dalam penjelasaanya Lukni Maulana penulis buku tersebut menyatakan bahwa kumpulan cerpen ini merupakan tulisannya waktu ia menjadi mahasiswa yang menjadi perjalanan hidupnya.

“Atas dorongan beberapa kawan, tulisan kumpulan cerpen tersebut dapat diterbitkan,” terang pegiat sastra yang pernah aktif di teater kampus

Acara yang diselenggarakan oleh Lazis Nusantara digelar saat momentum ramadhan sebagai bentuk pendidikan yang berorientasi pada karya. Bersama Pesantren Budaya Lembah Manah, kegiatan ramadhan ini menyajikan beberapa program salah satunya launching buku cerpen yang merupakan program kegiatan Lembah Sastra. Memberikan ruang aspresiasi pada wilayah kesusastraan yang cenderung terbenam dengan mata pelajaran lain.
Bahkan Lazis Nusantara dan Pesantren Budaya Lembah Manah siap menerima naskah buku untuk diterbitkan secara gratis sebagai bentuk pengabdiaan keumatan pada setiap ilmu pengetahuan.

Pesantren Budaya Lembah Manah Terbitkan Buku Kumpulan Cerpen

Unknown
Sang Pemimpi Merindu Keadilan

Judul: Sang Morvious (Kumpulan Cerpen)
Penulis: Lukni Maulana
Penerbit: Pesantren Budaya Lembah Manah
Cetakan: Juni 2015
Tebal buku: 104 halaman
Isbn: 978-602-1171-12-7
Harga: Rp. 40.000,-

Pemesanan hubungi:
Pesantren Budaya Lembah Manah
Telp/Sms Center: 08222 67888 30

BUKU KUMPULAN Cerpen ini merupakan buku yang diterbitkan oleh Pesantren Budaya Lembah Manah sebagai bentuk program dari Lembah Sastra.

Ditulis oleh Lukni Maulana dengan Judul Sang Morvious, bagi penulis bahwa judul tersebut memiliki arti, "Sang Pemimpi." Sebagaimana kita ingat pesan Ir. Soekarno yakni, "Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.

Sebagaimana kata terakhir dalam kumpulan cerpen tersebut pada halaman 49 yang berbunyi, "Jadilah sang morvious, bermimpi mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. hidupkan semesta ini dengan terang ilmu dan cahaya cinta."


#LembahSastra
LEMBAH MANAH - Pesantren Budaya

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Kenalkan Profesi Pustakawan

Unknown
Mahasiswa UNDIP foto bareng anak didik Taman Baca Lembah Manah
ManunggalCybernewsMahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Undip menyelenggarakan bakti sosial di Taman Baca Masyarakat (TBM) Lembah Manah, Desa Banjardowo, Genuk, Semarang, pada Minggu (14/6). Kegiatan yang berlangsung dari siang hingga sore ini, dihadiri oleh 33 mahasiswa kelas D Jurusan Ilmu Perpustakaan 2013 Undip, 46 anak-anak dari desa Banjardowo, Ketua RT setempat, serta pemilik sekaligus pengelola TBM Lembah Manah.
Bermula dari tugas mata kuliah Marketing dan Informasi pada Jurusan Ilmu Perpustakaan, para mahasiswa lantas menggagas kegiatan bakti sosial di daerah Banjardowo. Kegiatan ini pun dilakukan untuk mengenalkan profesi pustakawan kepada masyarakat.  Sejumlah buku bacaan anak-anak berhasil mereka kumpulkan untuk  disumbangkan kepada TBM Lembah Manah Desa Banjardowo.
Kegiatan bakti sosial ini dikemas secara menarik dengan mengadakan permainan-permainan yang erat kaitannya dengan profesi pustakawan, seperti lomba menyampul buku yang merupakan salah satu pekerjaan pustakawan, tebak gambar, menyusun puzzle bergambar pekerjaan pustakawan, dan beberapa perlombaan lainnya. Kemudian, acara dilanjutkan dengan menonton film  animasi tentang perpustakaan untuk memberikan hiburan dan edukasi mengenai perpustakaan di kalangan anak-anak.
Fokus kegiatan tidak hanya sekadar mengenalkan profesi pustakawan, melainkan juga untuk memperkenalkan perpustakaan TBM Lembah Manah serta menumbuhkan minat baca anak-anak.
Perintis sekaligus pengelola TBM Lembah, Lukni Maulana merasa senang atas kunjungan dan kegiatan bakti sosial dari para mahasiswa. Ia mengatakan, warga sekitar belum sepenuhnya menyadari pentingnya membaca buku. Sampai saat ini, Lukni masih terus melakukan kampanye sadar membaca dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif dan memberikan kesempatan bagi siapa pun yang ingin ikut berkontribusi seperti yang sudah dilakukan oleh mahasiswa Ilmu Perpustakaan Undip.
“Kami berharap kegiatan tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi TBM Lembah Manah ini bisa menjadi TBM binaan kelas kami, sehingga akan ada kegiatan berkelanjutan setelah acara ini selesai,” kata ketua panitia acara, Cindra Fajar. (Mei/Manunggal)

Mengenal Pengajian Kucingan Ala Pesantren Budaya

Unknown
PESANTREN BUDAYA Lembah Manah mengenalkan program kegiatan yang diberi nama, "Pengajian Kucingan. Pengajian Kucingan pada prinsipnya merupakan bentuk ngaji dalam konsep angkringan. Istilah pengajian sendiri berakar dari kata ngaji yang memiliki belajar. Sedangkan Kucingan diambil dalam istilan Angkringan Kucingan, dimana masyarakat Kota Semarang menyebut istilan angkringan tersebut dengan nama Kucingan.

Sehingga  Pengajian Kucingan dimaksudkan merupakan bentuk pengajian dengan konsep angkringan kucinan. Model kegiatan pengajian budaya sebagaimana layaknya orang tongkrongan menikmati hidangan ala nasi kucingan dan jajanan ala angkringan.

Pengajian Kucingan mengambil simbol bahwa belajar dengan cara nongkrong bareng dan mendapatkan manfaat ilmu pengetahuan dan rasa persaudaraan.

Pengajian Kucingan sendiri akan menyuguhkan model pengajian dengan diiringi menu sajian angkringan kucingan. Jadi anda bisa menikmati tongkrongan ini dengan rasa ala masyarakat semarang.

Silahkan berkontribusi di Pengajian Kucingan dengan cara berdonasi baik pikiran, tenaga maupun donasi materi. Sehingga Pengajian Kucingan dapat terselenggara secara berkala.

Pengajian Kucingan - www.lembahmanah.com